Misteri Kasta Raiger: Bukan Hanya Pengrajin Kulit, Ternyata Prajurit Keturunan Bangsawan?


India, negeri dengan keragaman kasta yang kompleks, menyimpan kisah menarik tentang komunitas Raiger. Sebuah penelitian mengungkap fakta mengejutkan bahwa sebagian besar anggota kasta Raiger di India tidak menyadari sejarah pekerjaan leluhur mereka yang sebenarnya. Alih-alih hanya dikenal sebagai pengrajin kulit, ternyata mereka memiliki akar sebagai prajurit dan petani.

Meskipun beberapa anggota kasta Raiger terlibat dalam bisnis penyamakan kulit pada masa pemerintahan Muslim atau Inggris di India, pekerjaan ini bukanlah profesi awal mereka. Perdebatan mengenai siapa sebenarnya pekerja penyamakan kulit tradisional di Rajputana masih menjadi misteri. Namun, anggapan bahwa kata "Raiger" adalah bentuk korup dari "Rangaiya," yang berkaitan dengan penyamakan kulit, adalah pemikiran yang keliru dan tidak berdasar.

Penelitian menunjukkan bahwa kata "Regar" atau "Raiger" sebenarnya merupakan turunan dari kata "Raghu," sebuah istilah kuno yang memiliki makna mendalam. Proses perubahan kata ini dapat dilacak melalui beberapa tahapan, yaitu Raghu menjadi Ragh, kemudian Rag, lalu Ragar, Regar, Rehgar, dan akhirnya Raiger. Atau, melalui jalur lain, Raghu menjadi Ragh, Rag, Raghar, Reghar, Regar, dan Raiger.


Istilah "Rehgar" dianggap sebagai kata transisi dalam evolusi ini. Suku kata "Reh" yang muncul dalam kata tersebut adalah hasil dari perubahan kata "Raghu" menjadi "Regar" atau "Raiger." Namun, Dr. Rajkumar dalam karyanya memberikan interpretasi yang keliru dengan mengaitkan "Rehgar" dengan "Shoragar," yaitu pembuat garam peter, yang terkadang disebut "Rehgar" karena berhubungan dengan "reh" atau efflorescence salin. Padahal, kedua kasta ini memiliki asal-usul yang berbeda dan "Shoragar" muncul sebagai kasta baru pada masa pemerintahan Muslim.
Sebaliknya, kata "Regar" atau "Raiger" adalah istilah kuno yang ditemukan di berbagai belahan dunia, merujuk pada komunitas manusia yang berbeda.
Bahkan, terdapat banyak keluarga Raiger yang telah lama tinggal di negara-negara Eropa, jauh sebelum abad Masehi.

Komunitas Ragh atau Rag pernah tinggal di pinggiran kota yang kini menjadi Tehran, Iran, sebelum masa Alexander Agung. Wilayah yang mereka kuasai bahkan mencapai Afghanistan Utara, di mana saat ini terdapat kota Ragh yang menjadi ibu kota distrik Raghistan, tanahnya orang-orang Ragh. Di India, orang-orang Ragas dikenal sebagai Raghuvanshi Kshatriyas, yang mengindikasikan status bangsawan dan prajurit.

Klan-klan Ragas atau Raiger modern memiliki akhiran nama seperti "-iya" atau "-wal" (seperti Mauriya atau Maurwal), serta nama-nama yang terdefinisi dengan baik seperti gotra Agrwal. Hal ini menunjukkan bahwa leluhur Raiger adalah sosiolog terkemuka yang memiliki pemahaman mendalam tentang struktur sosial.

Meskipun tuntutan manfaat reservasi di beberapa negara bagian India adalah hak konstitusional kasta Raiger, upaya untuk mendapatkan keuntungan ini tidak boleh dilakukan dengan mendefinisikan kata "Raiger" secara keliru. Sayangnya, sebuah representasi yang diajukan untuk menuntut reservasi bagi Raiger di seluruh India justru menyajikan definisi yang salah tentang kata tersebut.


Mendefinisikan kata "Regar" atau "Raiger" secara keliru mungkin memberikan keuntungan dalam hal manfaat reservasi, tetapi hal ini merupakan penyalahgunaan sosial terhadap komunitas Raiger. Tindakan ini dapat merusak pemahaman yang benar tentang sejarah dan identitas mereka.

Beberapa referensi sejarah mendukung pandangan bahwa Raiger memiliki akar yang lebih mulia daripada sekadar pengrajin kulit. "Raghukul-Chintamani" karya Rajshekher pada abad ke-9 Masehi menyebutkan bahwa Rag adalah salah satu cabang dari Raghuvansh. "Annals and Antiquities of Rajputana" karya Con. James Tad pada abad ke-19 juga mengidentifikasi Rag sebagai bagian dari Raghuvansh.

Dalam "Gaj Vilas," terdapat sebuah sloka yang menggambarkan keberanian seorang Reghare (Raiger) yang bertempur melawan Ala-Uddin Khilaji, seorang penguasa Muslim Delhi di India. Hal ini semakin memperkuat bukti bahwa Raiger memiliki tradisi militer yang kuat.

Selain itu, "An Inquiry into Ethnography of Afghanistan" yang disusun oleh H. W. Bellew pada abad ke-19 mencatat bahwa Alexander Agung pernah mengunjungi kota Rhages (yang diidentifikasi sebagai रहगये, रेगये, atau रैगर) di dekat Tehran saat ini. Hal ini menunjukkan adanya koneksi historis antara komunitas Ragh di Persia dan kemungkinan leluhur kasta Raiger di India.


"Bal Ramayan" karya Rajshekher juga menyebutkan bahwa Ranghars (yang diyakini sebagai leluhur Raiger) menjadi "reghai" karena takut pada Bhagwan Parshuram. Meskipun interpretasi ini bersifat mitologis, namun tetap menunjukkan adanya perubahan identitas atau status sosial di masa lalu.

Ironisnya, "Encyclopaedia of Untouchables Ancient, Medieval and Modern" karya Dr. Rajkumar tidak berhasil mendefinisikan kata "Raiger" dengan benar. Di halaman 380, ia justru mengulangi kesalahan dengan mengaitkan "Rehgar" dengan pembuat garam peter.

Dengan demikian, jelas bahwa sejarah kasta Raiger jauh lebih kompleks dan mulia daripada yang selama ini diketahui. Mereka bukan hanya pengrajin kulit, tetapi juga memiliki akar sebagai prajurit dan petani, bahkan mungkin memiliki hubungan dengan komunitas kuno di Persia. Mengungkap kebenaran tentang sejarah mereka adalah penting untuk menghormati warisan leluhur mereka dan memberikan pemahaman yang lebih akurat tentang identitas kasta Raiger di India.

Distributed by Gooyaabi Templates | Designed by OddThemes